Pemkab Taput Permudah Akses Layanan Internet di 12 Sekolah Terpencil Lewat BAKTI Komdigi - MetroXpose News and Campaign

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6281360839467 (WA) email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - News and Campaign 7 Tahun Menemani Ruang Baca Anda - Happy Chinese New Year 2557 Kongzilii - Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Made with PhotoEditor.com

Thursday, March 5, 2026

Pemkab Taput Permudah Akses Layanan Internet di 12 Sekolah Terpencil Lewat BAKTI Komdigi


Taput, MetroXPose.com | Dalam rangka mendorong optimalisasi pemanfaatan layanan Akses Internet di Kabupaten Tapanuli Utara, Komdigi melalui BAKTI menggelar audiensi pemanfaatan layanan sebagai forum koordinasi antara BAKTI, Pemerintah Daerah, serta para penerima manfaat. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (05/03/2026).

Zoom Meeting dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, yang mengikuti kegiatan dari SD Negeri 173130 Sihujur. Sementara itu, Wakil Bupati Deni Lumbantoruan turut bergabung dari ruang kerjanya.

Audiensi ini menjadi wadah untuk menghimpun tanggapan dan masukan secara langsung terkait pelaksanaan layanan akses internet yang telah berjalan di wilayah Tapanuli Utara.

Saat ini, terdapat 12 sekolah di daerah terpencil yang telah menerima manfaat layanan akses internet dari Komdigi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan harapannya agar pada tahun 2026 jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah, khususnya bagi sekolah-sekolah yang masih berada di wilayah blank spot.

Bupati juga menegaskan bahwa kehadiran layanan akses internet diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar, memperkuat koordinasi antara sekolah dengan Dinas Pendidikan, serta mempermudah urusan administrasi,"Imbuhnya

Dengan akses yang lebih luas, peserta didik di daerah terpencil diharapkan semakin terbuka dalam mengakses berbagai sumber ilmu pengetahuan," pungkasnya


(DP/MX)