Aplikasi SIPANDAI Bantu Pemkab Kendalikan Kondisi Pasar Hingga Ketersediaan Logistik - MetroXpose News and Campaign

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6281360839467 (WA) email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - News and Campaign 7 Tahun Menemani Ruang Baca Anda - PEMASANGAN IKLAN VIDEOTRON PORTAL DIGITAL HUBUNGI 081360440500

Monday, March 16, 2026

Aplikasi SIPANDAI Bantu Pemkab Kendalikan Kondisi Pasar Hingga Ketersediaan Logistik


Deliserdang, MetroXpose.com | Sistem pertanian di Kabupaten Deli Serdang kini semakin canggih. Untuk memantau produksi pertanian hingga kondisi pasar saat ini sudah ada sistem yang bekerja secara digital. Namanya, Si PANDAI atau Sistem Pantau Data Pangan Indonesia.

Sistem ini diperkenalkan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan bersamaan dengan peresmian Aula Dinas Pertanian serta menerima bantuan satu unit traktor roda dua dan satu unit cultivator dari program Coporate Socia Responcibilty (CSR) Bank Mega Syariah, Senin (16/3/2026).

Disebutkan, aplikasi Si PANDAI menjadi bagian dari Sistem Pengendalian Ketahanan Pangan dan Inflasi Daerah, karena mampu mengintegrasikan data produksi petani, kondisi pasar, hingga rantai logistik pangan.

“Saya datang ke sini untuk mengajak Bapak/Ibu sama-sama berkomitmen. Aplikasi Si PANDAI ini bukan hanya untuk menjaga inflasi, tetapi memantau seluruh proses mulai dari produksi, panen hingga ke pasar dan konsumen,” kata Bupati.

Dengan sistem tersebut harapannya, pemerintah daerah dapat mengetahui lebih cepat kondisi ketersediaan pangan di setiap wilayah.

“Dengan aplikasi ini kita bisa memantau, apakah pangan kita mencukupi atau tidak. Kalau kurang, kita tahu intervensi apa yang harus dilakukan di daerah tersebut,” jelas Bupati.

Keberadaan sistem data yang terintegrasi tersebut juga akan mengubah pola pengendalian harga pangan agar tidak lagi bersifat reaktif.

“Tidak ada lagi anggapan harga rendah diabaikan pemerintah, tetapi ketika harga tinggi baru ribut. Dengan data yang kita pantau setiap saat, kita bisa bergerak lebih cepat,” tegas Bupati.

Untuk mendukung implementasi sistem tersebut, sebanyak 94 penyuluh pertanian di Kabupaten Deli Serdang akan berperan dalam memperbarui data produksi di lapangan, sehingga kondisi pangan dapat dipantau secara akurat dan berkelanjutan.

(DP/MX)