Jagoan Kalah, PDIP Usut Dugaan Serangan Fajar 1Juta Per Pemilih di Samosir - Metroxpose

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Thursday, December 10, 2020

Jagoan Kalah, PDIP Usut Dugaan Serangan Fajar 1Juta Per Pemilih di Samosir

 

Jagoan Kalah di Samosir, PDIP Usut Dugaan Serangan Fajar 1Juta Per Pemilih



MetroXpose.com, Medan - Djarot Syaiful Hidayat memaparkan Paslon yang diusung PDI Perjuangan di 23 kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Hasilnya 15 Daerah dinyatakan menang Secara Hitung Cepat. 

Baca Juga | Darma Wijaya dan Adlin Tambunan Unggul Sementara Pada Pilkada Sergai

"hasil Quick Count sementara dari 15 Daerah di Kabupaten dan Kota di Sumut, paslon Kepala Daerah yang diusung PDIP menang.' Tandasnya di Markas besar PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan pada kamis (10/12/2020)

Baca Juga | Terkini! Rizieq Sihab Jalani Pemeriksaan Di Polda Metro jaya

Buntut dua kepala daerah di kabupaten Samosir dan Karo menjadi perhatian serius Terkait ada dugaan permainan politik uang di Pilkada Samosir, PDI Perjuangan Sumatera Utara menurunkan tim investigasi untuk mengumpulkan bukti.

Baca Juga | Pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachma menangi Kontestasi Pilkada Kota Medan VersiQuickcount

Tim ini terdiri dari pengurus DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara dan pihak Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDI Perjuangan.

"Dua tim ini sudah turun ke dua daerah tersebut," kata Ketua DPD PDI Perjuangan, Djarot Syaiful Hidayat, Kamis (10/12/2020).

Djarot menjelaskan, indikasi politik uang ini mereka telusuri setelah adanya informasi pemberian uang kepada para pemilih pada dua kabupaten tersebut. Bahkan, di Samosir mereka menerima informasi adanya aliran uang hingga Rp 100 miliar.

"Samosir itu pemilihnya tidak lebih dari 200 ribu orang, gelontoran uang Rp 100 miliar itu nggak masuk akal. Bahkan ada informasi satu pemilih menerima sampai Rp 1 juta," ungkapnya.

Validitas dari informasi inilah menurut Djarot yang akan mereka telusuri. Hasil dari penelusuran tersebut akan mereka proses sesuai dengan aturan hukum yang ada.

"Kita akan ungkap buktinya untuk kita teruskan kepada penyelenggara pemilu, hingga ke DKPP bahkan ke Mahmakan Konstitusi. Kita tidak ingin pendidikan politik dikotori dengan politik uang," demikian Djarot Syaiful Hidayat.

Djarot Syaiful Hidayat memberikan keterangan resmi terkait Pilkada serentak 2020 di Sumatera Utara. Ia memberikan keterangan didampingi pengurus DPD PDI Perjuangan lainnya seperti Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Sutarto, Wakil Sekretaris Bima dan pengurus lainnya seperti Jumiran Abdi, Aswan Jaya, Alamsyah Hamdani, Ipah Alatas dan Yemitema Laoly. (San/MX)