Air Sungai Bekasi Menghitam Berbusa dan Bau Menyengat Bikin Warga Resah - MetroXpose News and Campaign

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6281360839467 (WA) email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - News and Campaign 7 Tahun Menemani Ruang Baca Anda - PEMASANGAN IKLAN VIDEOTRON PORTAL DIGITAL HUBUNGI 081360440500

Wednesday, August 5, 2026

Air Sungai Bekasi Menghitam Berbusa dan Bau Menyengat Bikin Warga Resah


Bekasi | Metroxpose.com | Warga di sekitar aliran Kali Bekasi kembali dibuat resah. Pada Rabu pagi (6/8/2026), kondisi sungai terlihat memprihatinkan. Air yang biasanya mengalir tampak berubah warna menjadi hitam pekat, muncul busa putih di permukaan, serta menimbulkan aroma tidak sedap yang cukup menyengat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa kondisi tersebut merupakan indikasi kuat adanya pencemaran berat pada kualitas air Kali Bekasi. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan serta pemeriksaan melalui uji laboratorium.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan perubahan kualitas air mulai terpantau dari wilayah hulu, tepatnya di sekitar kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sebelum akhirnya mengalir menuju wilayah Kota Bekasi.

"Di sekitar Cluster Richmond, Kota Wisata, Ciangsana, kondisi air terlihat berwarna hitam dan mengeluarkan bau yang cukup menyengat. Situasi ini membutuhkan penanganan lebih lanjut," ujar Kiswatiningsih.

Dari hasil pengujian laboratorium UPTD DLH Kota Bekasi, ditemukan sejumlah parameter pencemar yang berada di atas ambang batas baku mutu lingkungan. Beberapa di antaranya adalah tingginya kandungan Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), rendahnya kadar Dissolved Oxygen (DO), serta ditemukannya kandungan logam seperti nikel, seng, tembaga terlarut, hingga bakteri Fecal Coliform.

Pencemaran tersebut kini telah bergerak mengikuti aliran sungai dan memasuki sejumlah wilayah di Kota Bekasi. Dampaknya terpantau mulai dari kawasan Pangkalan 6, Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, hingga kawasan Delta Pekayon, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

DLH Kota Bekasi menyebut persoalan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab satu daerah, mengingat aliran sungai melintasi beberapa wilayah administratif.

"Kondisi ini membutuhkan kerja sama lintas daerah agar sumber pencemaran dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," jelas Kiswatiningsih.

Karena dugaan sumber pencemaran berasal dari wilayah Kabupaten Bogor, DLH Kota Bekasi telah melakukan koordinasi dan mengirimkan laporan kepada sejumlah instansi terkait, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI, DLH Provinsi Jawa Barat, hingga DLH Kabupaten Bogor.

Pemerintah Kota Bekasi berharap pihak berwenang di wilayah hulu segera melakukan langkah penanganan agar pencemaran Kali Bekasi tidak semakin meluas dan mengganggu kehidupan masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai.


(MHF/MX)