Musa Rajekshah : Pembangunan Fly Over ke Underpass Gatsu Jadi Pertanyaan Besar - MetroXpose News and Campaign

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6281360839467 (WA) email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - News and Campaign 7 Tahun Menemani Ruang Baca Anda - Direksi &

Friday, January 30, 2026

Musa Rajekshah : Pembangunan Fly Over ke Underpass Gatsu Jadi Pertanyaan Besar


Medan, MetroXPose.com | Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah atau Ijeck menyampaikan keheranannya atas perubahan perencanaan saat melakukan kunjungan kerja untuk meninjau Underpass Gatot Subroto, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Jumat (30/1/2026).

Kunjungan kerja ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda berserta para anggota.

Musa Rajekshah mempertanyakan kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) terkait pembangunan Underpass Gatot Subroto.
Sebab, pembangunan yang awalnya direncanakan Flyover tiba-tiba berubah menjadi Underpass.

Mantan Wakil Gubernur Sumut itu khawatir, Underpass yang dibangun ini dapat menimbulkan masalah baru, seperti kemacetan dan banjir.

Apalagi, Kota Medan rutin menjadi langganan bencana alam banjir, dikarenakan dihimpit oleh tiga sungai besar.

"Underpass ini kita apresiasi sangat membantu transportasi masyarakat di Kota Medan. Permasalahan yang dari dulu masih terjadi, adalah banjir di Kota Medan. 

Ada tiga sungai besar yang membela kota Medan. Masalah kemacetan jalan. Dulunya ini akan dibangun Flyover, tapi kenapa bisa berubah menjadi Overpass," kata Ijeck.

"Secara teknis saya gak paham juga kenapa ini bisa menjadi Underpass, ini kan juga rawan dengan genangan air. Jika terjadi banjir, Underpass ini mengandalkan Pompa Air. Kalau pompa tersebut mati, apa gak menjadi kolam. Jadi kenapa bisa berubah ini perencanaan, dari Flyover menjadi Underpass," tandasnya.

Ijeck menduga, perubahan perencanaan Flyover menjadi Underpass Gatot Subroto ini karena adanya kepentingan kelompok lain.

"Jangan gara-gara kepentingan kelompok, uang negara habis untuk merubah perencanaan pembangunan, uang negara kedepannya akan habis sia-sia," kata dia.

Selain itu, negara juga harus mengeluarkan biaya setiap tahunnya untuk melakukan perawatan terhadap pompa air di Underpass ini. Apalagi di Kota Medan, sambung Ijeck hujan sebentar saja genangan air sudah di mana-mana, pompa ini juga harus bekerja secara ekstra.
Pasalnya, jika lokasi tersebut dibangunkan Flyover, biaya perawatan setiap tahunnya bisa dihemat, dan dialihkan ke hal lain.

"Akan terus keluar biaya untuk perawatan pompa airnya. Karena gak hujan lebat saja, pompa ini juga harus bekerja untuk menguras air yang ada di bawah. Uang negara terus keluar untuk ini saja. Harusnya berpikir untuk pembangunan yang dipakai jangka panjang," pungkasnya.

(Lam/MX)