Workshop BNNK: Status Waspada 10000 Orang Pengguna Narkoba Tanah Karo - Metroxpose

Headline

Made with PhotoEditor.com
Made with PhotoEditor.com
WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Friday, October 8, 2021

Workshop BNNK: Status Waspada 10000 Orang Pengguna Narkoba Tanah Karo


MetroXpose.com Karo - Peredaran Narkoba Sekarang ini sudah sangat mengkhawatirkan semua kalangan, dari pusat hingga daerah tidak memandang status sosial penggunanya.

Saalah satu daerah Kabupaten Karo telah berstatus darurat narkoba. Dari hari ke hari, jumlah penyalahgunaan narkoba di Bumi Turang, terus bertambah dan menembus angka 10.000 ribu orang.

Ironisnya, penyalahgunaan narkoba ini tak hanya tersebar di Kota Kabanjahe - Berastagi saja. Namun sudah menyasar ke desa - desa. Hampir 80 persen dari 260 desa yang tersebar di Karo, telah berstatus bahaya dan waspada narkoba.

 Jika terus dibiarkan, jumlah generasi muda Karo akan dirusak narkoba dan terus bertambah.

Hal ini jelas sangat mengkawatirkan. Apalagi upaya pencegahan dan pemberantasan yang seharusnya bisa dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo, juga terkendala anggaran.

Hal ini terungkap dalam workshop Penguatan Insan Media untuk mendukung Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba yang digelar BNNK Karo, Kamis (7/10) di Hotel Internasional Sibayak (HIS) Berastagi,Kabupaten Karo.

"Kabupaten Karo berstatus darurat narkoba. Jika dihitung - hitung, rata - rata ada 5 - 10 orang peyalahgunaan narkoba di tiap desa yang tersebar di Karo," papar Kepala BNNK Karo Drs.Adlin Mukhtar Tambunan.

Karena itu, Adlin mengajak semua pihak termasuk insan pers bersatu padu mengumandangkan perang terhadap narkoba.

BNNK Karo katanya mustahil mampu bekerja sendiri tanpa dukungan dari semua elemen masyarakat. Dia juga berharap insan media turut mendorong pemerintah mendukung penuh penanganan masalah narkoba.

"Anggaran kita sangat terbatas. Sementara Perda P4GN yang sudah berkali - kali diusulkan juga tak kunjung terealisasi," lirihnya. Selain Perda, pihaknya juga telah mengusulkan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo dimanfaatkan sebagai tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba ke Pemprovsu.

"Balai rehap masih sangat terbatas, sementara jumlah penyalahgunaan narkoba terus bertambah. Kita berharap masalah ini mendapat perhatian penuh dah pemerintah," harapnya.

Disambungnya lagi, P4GN tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak BNNK Karo semata, tapi perlu dukungan dari semua pihak, terkhusus insan media baik dari media cetak maupun online. “Tanpa dukungan dari teman - teman media, P4GN akan sia - sia, karena para insan media memiliki peran yang sangat besar. Peredaran narkoba tidak bisa dideteksi secara manual dalam hal ini peran serta media termasuk radio sendiri dalam pencegahan peredaran narkoba adalah menyediakan dan menyebarluaskan informasi tentang bahaya narkoba," tandasnya.

Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Karo, Daud Sembiring ,SSTP, MSP yang jadi narasumber menegaskan, pemberantasan dan pencegahan narkoba harus melibatkan kerjasama semua pihak. "Semua pihak harus berperan menjadi penggerak anti narkoba secara sukarela," ajaknya.

Hal senada juga dikatakan tiga narasumber lain, Theopilus Suranta Tarigan, SSTP Kepala Bagian Perencanaan di Seketariat Daerah Pemkab Karo, Esdras Idi Alfredo Ginting dan Liston Damanik. Media berperan mengedukasi masyarakat akan bahaya narkoba.(pmg/MX)