Badut Karakter Di Karo Bermunculan, Bisa Beromset Ratusan Ribu Perhari - Metroxpose

Headline

Made with PhotoEditor.com
Made with PhotoEditor.com
WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Friday, March 5, 2021

Badut Karakter Di Karo Bermunculan, Bisa Beromset Ratusan Ribu Perhari


Badut Karakter Di Karo Bermunculan,  Bisa Beromset Ratusan Ribu Perhari


MetroXpose.com Karo - Sejarah mencatat profesi badut itu sudah ada semenjak era Yunani Kuno dan era Romawi Kuno. Pada masa badut kebanyakan bertugas untuk menghibur para kaum bangsawan. Namun, para badut juga kadang mencari nafkah di jalan jalan. Tentunya berpantonim serta memperagakan gerakan gerakan konyol, berjoget untuk menghibur orang orang yang lewat.

Baca Juga | AHY Sikapi KLB Demokrat Sibolangit, Dualisme Kepengurusan Mulai Bergulir

Pada Jumat, ( 04/04 ) pukul 17.00 WIB terlihat seorang badut karakter menggunakan kostum sailormoon kuning dengan mengalungkan speaker aktif di lehernya sambil malakikan gerakan gerakan badut dan berjoget untuk menghibur para konsumen SPBU di simpang tiga Kabanjahe Kab Karo.

Baca Juga | Heboh Festival Orgasme di Ubud Bali, Bareskrim Periksa 2 WNA

Ketika di hampiri MetroXpose.com Badut tersebut bernama Jojo ( 31 ) warga jalan bambu kota Medan.

Baca Juga | Terkini, Massa Pro dan Kontra KLB Demokrat Bentrok di Sibolangit

Ketika di tanya Jojo mengatakan, sebelum menjadi seorang badut dirinya berprofesi sebagai supir. Namun karena profesi yang di tekuninya sebelum jadi badut kurang mencukupi kebutuhan rumah tangga. Jojo beralih menjadi badut yang selalu berpindah pindah kota seperti Medan, Tebing tinggi, dan kota lainnya demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Jojo mempunyai tiga orang anak dan seorang istri yang bekerja di rumah saja.

Baca Juga | SBY Bicara KLB Domain Majelis Tinggi Partai Demokrat

Jojo mengatakan, sudah dua bulan lebih di Tanah Karo mencari nafkah, kerja mulai pagi sampai sore hari. Dengan penghasilan rata rata Rp 200.000 ( Dua Ratus Ribu Rupiah ) perharinya.

Ketika ditanya tentang kesulitan menjadi seorang badut, Jojo menerangkan, " Ketika cuaca panas, badan akan terasa sangat gerah di dalam kostum yang lumayan tebal bang ujarnya. Dan orang orang hanya bisa melihat kostum yang selalu tersenyum semantara saya di dalam kostum ini gerah dan lelah. Keringat saya kering kering di badan ujar Jojo dari dalam kostumnya.

Baca Juga | Terkini,  Moeldoko Berseru Kepada Seluruh Kader Demokrat di KLB Sibolangit

Salah satu warga yang kebetulan di tempat tersebut yakni Monang Pulungan mengatakan, memang banyak sekali jenis profesi pekerjaan untuk menjalani kehidupan ini ya bang, ujarnya.

"Oleh karena itu janganlah kita sesekali menghina pekerjaan seseorang, seperti kisah di balik pekerjaan badut ini, setiap pekerjaan punya kisah sendiri sendiri" katanya.(PMG/MX)