2 Personil Polisi Terkena Sabetan Samurai Saat Bubarkan Demo Simpatisan FPI - Metroxpose

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Friday, December 18, 2020

2 Personil Polisi Terkena Sabetan Samurai Saat Bubarkan Demo Simpatisan FPI

2 Personil Polisi Terkena Sabetan Samurai Saat Bubarkan Demo Simpatisan FPI



MetroXpose. Com, Jakarta - Pasukann aparat kepolisian membubarkan paksa massa simpatisan Front Pembela Islam (FPI) yang hendak menggelar unjuk rasa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Jumat (18/12). 


Polisi memukul mundur massa yang menolak dibubarkan. Insturksi dari pihak keamanan lewat pengeras suara " massa dimohon membubarkan diri dan apapbila menghalangi aparat dalam bertigas akan di tangkap" petikan Kalimat yg terdengar lantang di toa

Hanya saja, saat upaya pembubaran dilakukan, 2 orang anggota polisi terluka dan diduga terkena senjata tajam dari demonstran. Dua petugas tersebut mengalami luka ringan di bagian punggung dan tangan.

Sampai dengan saat ini yang tadi yang kena sabetan, tusukan, tapi tidak terlalu parah. Sabetan sajam yang mengenai anggota pada saat dilakukan pembubaran di depan Kantor Gubernur ada dua,” ucap Yusri.

Yusri menambahkan, dari tangan pelaku polisi menemukan senjata tajam jenis samurai. Pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan guna proses penyelidikan.

“Anggota yang terluka pada saat pembubaran di depan kantor Gubernur dengan menggunakan samurai,” jelasnya.

Sebelumnya, Massa simpatisan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab akan menggelar unjuk rasa terkait penahanan Rizieq dan tewasnya 6 Laskar FPI. Kegiatan tersebut diberi nama Aksi 1812. Aksi akan dipusatkan di sekitar Istana Negara, Jakarta. (Uli/MX)