Pedagang Berjualan di Area Jalan, Lapak Pasar Rakyat Tamora Perlu Penataan dan Zonasi - MetroXpose News and Campaign

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6281360839467 (WA) email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - News and Campaign 7 Tahun Menemani Ruang Baca Anda - PEMASANGAN IKLAN VIDEOTRON PORTAL DIGITAL HUBUNGI 081360440500

Tuesday, August 11, 2026

Pedagang Berjualan di Area Jalan, Lapak Pasar Rakyat Tamora Perlu Penataan dan Zonasi


TANJUNG MORAWA, MetroXpose.com |  Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, meninjau kondisi Pasar Rakyat Tanjung Morawa di Jalan Inpres, Kecamatan Tanjung Morawa, Senin (10/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi pasar sekaligus mencari solusi penataan pedagang yang masih berjualan di luar area pasar.

Didampingi Sekretaris Daerah, Camat Tanjung Morawa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan, serta perangkat daerah terkait, ia melihat kondisi lapak dan aktivitas perdagangan di dalam pasar serta masih banyaknya pedagang yang berjualan di luar kawasan pasar, termasuk di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.

Bupati mengatakan, penataan pedagang perlu dicarikan solusi agar aktivitas perdagangan tetap berjalan, sekaligus kawasan pasar dan jalan di sekitarnya menjadi lebih tertib.

“Kita lihat dulu kondisinya, kemudian kita cari solusi bagaimana pedagang yang masih di luar bisa kita akomodir dengan tetap memperhatikan kapasitas dan penataan pasar,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Hesron Girsang, mengatakan kapasitas lapak yang ada di bangunan Pasar Rakyat diyakini cukup untuk menampung para pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan. Namun, permintaan pedagang terkait pelebaran lapak akan menjadi pertimbangan.

“Jika dua lapak digunakan untuk satu pedagang, kapasitas yang tersedia tentu tidak cukup untuk mengakomodasi seluruh pedagang yang saat ini masih berjualan di luar,” ujarnya dalam dialog bersama Bupati.

Ukuran lapak yang tersedia saat ini, lanjutnya, telah mengacu pada standar yang sudah ada. Penentuan zonasi pun akan dilakukan dengan tepat agar penempatan pedagang lebih tertib dan sesuai kapasitas pasar.

(DP/MX)