BEKASI, Metroxpose | Persediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Memasuki musim kemarau, dampaknya kini dirasakan warga di 11 dari total 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama sejumlah pihak terus mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
Hingga Senin (10/8/2026), jumlah air yang telah didistribusikan tercatat mencapai sekitar 4,5 juta liter.
Penanganan kondisi tersebut tidak hanya dilakukan pemerintah daerah. TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), pengelola kawasan industri, serta Perumda Tirta Bhagasasi turut dilibatkan dalam proses penyediaan dan pendistribusian air kepada masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan kekeringan yang terjadi saat ini mulai memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.
“Kekeringan ini cukup mengganggu kehidupan bagi masyarakat yang terdampak,” kata Muchlis, Senin (10/8/2026).
Persoalan tidak hanya dirasakan warga yang membutuhkan air untuk keperluan rumah tangga. Sektor pertanian juga ikut terkena dampaknya.
Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, sekitar 3.000 hektare lahan pertanian telah terdampak kekeringan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena apabila kemarau berlangsung lebih lama, dampaknya berpotensi semakin meluas.
Pemkab Bekasi pun meminta masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi, terutama dalam penggunaan air sehari-hari. Imbauan tersebut disampaikan karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.
Bahkan, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun.
Sementara itu, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Fenomena El Niño juga disebut memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca hingga awal 2027.
Karena itu, pemerintah meminta masyarakat tidak menggunakan air secara berlebihan dan mulai melakukan penghematan sejak sekarang.
“Kami meminta kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Saat ini, belum mencapai puncak musim kemarau,” imbuh Muchlis.
Dengan kondisi kekeringan yang telah menjangkau hampir separuh wilayah kecamatan di Kabupaten Bekasi, kebutuhan air bersih diperkirakan masih menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian dalam beberapa bulan ke depan.
(MQ/MX)


