PIRU,MetroXpose.com | Kepala SD Negeri Tanah Goyang, Aɔwan Silehu, membagikan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada para siswa penerima bantuan untuk periode tahun 2022 hingga 2025. Penyaluran tersebut dilakukan kepada orang tua atau wali murid dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kelas SD Negeri Tanah Goyang, Selasa, (4/82026).
Dalam kesempatan itu, Awan Silehu menjelaskan bahwa dana PIP yang dibagikan merupakan hak siswa penerima bantuan dari periode 2022 sampai dengan 2025. Sementara itu, dana PIP tahun 2026 belum dapat disalurkan karena belum dicairkan oleh pemerintah.
Di hadapan para orang tua murid, Alwan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyaluran dana tersebut. Ia mengakui pembagian baru dapat dilakukan setelah mengalami penundaan.
"Maaf karena ada keterlambatan pembagian dana PIP. Saya mohon maaf sekali lagi. Keterlambatan ini karena saya memiliki kesibukan," ujar Alwan Silehu.
Meski demikian, pembagian dana berlangsung tertib dan dihadiri oleh orang tua atau wali siswa penerima manfaat. Pihak sekolah berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak, seperti pembelian perlengkapan sekolah, seragam, buku, maupun kebutuhan belajar lainnya.
Dalam pertemuan itu, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa dana PIP tahun 2026 hingga saat ini belum dicairkan, sehingga belum dapat dibagikan kepada siswa penerima. Sekolah menyatakan akan segera menyalurkan dana tersebut setelah proses pencairan dilakukan oleh pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu peserta didik dari keluarga yang memenuhi persyaratan agar dapat terus mengenyam pendidikan dan mengurangi risiko putus sekolah
Dalam kesempatan itu, Awan Silehu menjelaskan bahwa dana PIP yang dibagikan merupakan hak siswa penerima bantuan dari periode 2022 sampai dengan 2025. Sementara itu, dana PIP tahun 2026 belum dapat disalurkan karena belum dicairkan oleh pemerintah.
Di hadapan para orang tua murid, Alwan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyaluran dana tersebut. Ia mengakui pembagian baru dapat dilakukan setelah mengalami penundaan.
"Maaf karena ada keterlambatan pembagian dana PIP. Saya mohon maaf sekali lagi. Keterlambatan ini karena saya memiliki kesibukan," ujar Alwan Silehu.
Meski demikian, pembagian dana berlangsung tertib dan dihadiri oleh orang tua atau wali siswa penerima manfaat. Pihak sekolah berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak, seperti pembelian perlengkapan sekolah, seragam, buku, maupun kebutuhan belajar lainnya.
Dalam pertemuan itu, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa dana PIP tahun 2026 hingga saat ini belum dicairkan, sehingga belum dapat dibagikan kepada siswa penerima. Sekolah menyatakan akan segera menyalurkan dana tersebut setelah proses pencairan dilakukan oleh pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu peserta didik dari keluarga yang memenuhi persyaratan agar dapat terus mengenyam pendidikan dan mengurangi risiko putus sekolah

