Nias Barat, MetroXpose.com | Bunda Literasi Kabupaten Nias Barat, Ny. Elvita Eliyunus Waruwu, melakukan kunjungan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Mandrehe Barat, Desa Lolohia, Kecamatan Mandrehe Barat, pada Rabu (22/04/2026). Kegiatan ini dalam rangka sosialisasi gemar membaca.
Ny. Elvita yang didampingi oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) II Tim Penggerak PKK Kabupaten Nias Barat, Ny. Elvira Doddy Putra Daeli, Ketua Bidang I TP.PKK Nias Barat, Ny. Yozana Daeli, Tim Dinas Perpustakaan, Dinas PPAKB, serta Dinas Kesehatan Nias Barat disambut hangat oleh Kepala SMP Negeri 1 Mandrehe Barat, Saridame Hia, S.Pd, para guru sekolah dan siswa.
Saridame menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa bangga atas kunjungan Bunda Literasi beserta rombongan di SMPN 1 Mandrehe Barat. Ia juga melaporkan tentang kondisi sarana dan prasarana di sekolahnya.
“Kami sampaikan jumlah Guru di SMPN 1 Mandrehe Barat ada 28 orang. Di antaranya PNS berjumlah 10 orang, P3K penuh waktu 8 orang, paruh waktu 7 orang, GTT 2 orang dan staf tata usaha 1 orang”, tuturnya. Ia menyebutkan siswa berjumlah 173 orang, 6 rombel dan 1 perpustakaan. Ia memohon perhatian pemerintah untuk ketersediaan buku dan fasilitas belajar lainnya yang dinilainya masih sangat terbatas.
Ny. Elvita yang didampingi oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) II Tim Penggerak PKK Kabupaten Nias Barat, Ny. Elvira Doddy Putra Daeli, Ketua Bidang I TP.PKK Nias Barat, Ny. Yozana Daeli, Tim Dinas Perpustakaan, Dinas PPAKB, serta Dinas Kesehatan Nias Barat disambut hangat oleh Kepala SMP Negeri 1 Mandrehe Barat, Saridame Hia, S.Pd, para guru sekolah dan siswa.
Saridame menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa bangga atas kunjungan Bunda Literasi beserta rombongan di SMPN 1 Mandrehe Barat. Ia juga melaporkan tentang kondisi sarana dan prasarana di sekolahnya.
“Kami sampaikan jumlah Guru di SMPN 1 Mandrehe Barat ada 28 orang. Di antaranya PNS berjumlah 10 orang, P3K penuh waktu 8 orang, paruh waktu 7 orang, GTT 2 orang dan staf tata usaha 1 orang”, tuturnya. Ia menyebutkan siswa berjumlah 173 orang, 6 rombel dan 1 perpustakaan. Ia memohon perhatian pemerintah untuk ketersediaan buku dan fasilitas belajar lainnya yang dinilainya masih sangat terbatas.
(DP/MX)

