Ngamen di Publik Area, Perlengkapan Nyanyi Pinkan Mambo Disita Dishub - MetroXpose News and Campaign

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6281360839467 (WA) email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - News and Campaign 7 Tahun Menemani Ruang Baca Anda - PEMASANGAN IKLAN VIDEOTRON PORTAL DIGITAL HUBUNGI 081360440500

Thursday, April 2, 2026

Ngamen di Publik Area, Perlengkapan Nyanyi Pinkan Mambo Disita Dishub


Jakarta, MetroXPose.com | Pernah Duet Maia Estianty siapalagi kalo bukan Pinkan Mambo, yang dulu menghiasi layar kaca dan panggung megah, kini terlihat mengamen di pinggir jalandi pinggir jalan raya di kawasan Sepatan, Tangerang

Sudah lebih sebulanan Penampilan menyanyi di jalanan menyita perhatian publik dan kerap diajak penggemar berfoto dikala sedang Live Streaming disalah satu aplikasi media Sosial.

Di bawah sengatan panasnya matahari Pinkan tampil energik, menyanyikan lagu-lagu dengan penuh semangat.

Sekotak kardus tersusun rapi, siap menampung uang yang diberikan oleh para pengguna jalan yang lewat.

Dengan perlengkapan ala konten kreator, speaker kecil dan soundcard menemaninya, membantu suaranya agar terdengar apik

Yang menarik, tidak sendiri, Pinkan tampak ditemani sang suami, Arya Khan, yang ikut menyanyi bersama.

Aksi ngamen pasangan ini ternyata sudah mendapat sorotan dari dinas terkait.

Petugas dari pemerintah setempat akhirnya turun tangan, menertibkan peralatan yang digunakan Pinkan Mambo untuk live streaming

Petugas Dishub langsung menertibkan kegiatan tersebut, karena dinilai melanggar aturan penggunaan ruang jalan.

Salah satu petugas Dishub, Anjaya, menjelaskan, lokasi tempat Pinkan dan Arya mengamen bukan diperuntukkan untuk aktivitas tersebut.

Ia menyebut area tersebut merupakan wilayah khusus bagi pedagang.

"Itu kalau di situ kan khusus untuk tukang dagang. Soalnya perbatasan itu memang area tukang dagang," ujar Anjaya, dilansir dari kanal YouTube Intens Investigasi, Rabu (2/4/2026).

Lebih lanjut, Anjaya mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya berniat memindahkan aktivitas tersebut ke lokasi yang lebih sesuai, agar meminimalisir risiko keamanan dan keselamatan.

"Kalau bisa saya mau pindahin ke pos, kalau pas itu kan keamanan enggak jadi soal," terangnya.

Ia menegaskan bahwa fokus utama petugas tetap pada kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi.

(Lam/MX)