Launching Medan Medical Tourism, Wali Kota Komwil I APEKSI Ajak Warganya Berobat Ke Medan - Metroxpose

Headline

Made with PhotoEditor.com
Made with PhotoEditor.com
WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Friday, July 1, 2022

Launching Medan Medical Tourism, Wali Kota Komwil I APEKSI Ajak Warganya Berobat Ke Medan



Metroxpose.com,Medan - Apresiasi dan dukungan disampaikan sejumlah Wali Kota peserta Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Raker Komwil I APEKSI) atas terobosan yang dilakukan Wali Kota Medan dengan melaunching Medan Medical Tourism. Langkah itu dinilai sebagai upaya untuk menyikapi banyaknya warga yang berobat ke luar negeri, terutama Malaysia dan Singapura. Apalagi peralatan medis yang dimiliki Kota Medan tidak kalah dengan yang dimiliki luar negeri. Oleh karenanya mereka mengajak warganya untuk berobat ke Kota Medan.

Seperti yang disampaikan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Ditemui disela-sela peresmian Medan City Expo di Lapangan Benteng Medan, Kamis (30/6) petang, Aminullah menyambut baik program yang digagas Bobby Nasution, sebab itu yang sangat diharapkan. Dikatakannya, warga saat ini lebih suka berobat ke luar negeri padahal Kota Medan memiliki peralatan medis yang canggih dan tidak kalah dengan yang dimiliki luar negeri.

Selain merugikan dari sisi pribadi yang berobat karena tidak efisien, kata Aminullah, juga biaya yang dikeluarkan cukup mahal sehingga memberatkan. Sebaliknya jika berobat ke Kota Medan, ungkapnya, selain transportasi mudah, biaya juga jauh lebih murah bahkan bisa menginap di rumah keluarga.

"Dengan adanya Medical Tourism di Medan, saya menghimbau warga Banda Aceh dan sekitarnya mulai sekarang berobat ke Medan. Ayo kita berobat ke Medan agar lebih efisiensi," kata Aminullah seraya mengungkapkan, Pemko Banda Aceh akan terus menggiatkan agar masyarakatnya tidak berobat ke luar negeri.

Dukungan juga disampaikan Wali Kota Padang Hendri Septa. Program yang digagas Bobby Nasution ini, dinilainya, sangat baik karena selama ini kebanyakan masyarakat di pulau Sumatera ini cenderung berobat ke luar negeri, terutama Malaysia dan Singapura. Tentunya ini sangat disayangkan, kata Hendri, sebab uang yang dimiliki dibawa ke luar negeri.

“Tidak ada yang kurang dari pelayanan kesehatan di negara kita dan semua rumah sakit memiliki peralatan yang canggih. Saya yakin Kota Medan juga memiliki peralatan kesehatan yang canggih seperti di luar Negeri. Sudah waktunya memberdayakan rumah sakit yang ada di daerah kita. Dengan Medan Medical Tourism ini, saya akan mengajak warga Padang untuk berobat ke Kota Medan," ungkap Hendri.

Hal senada disampaikan PJ Wali Kota Pekan Baru Muflihun. Ia menilai, inisiatif Bobby Nasution dengan membuat program wisata medis sangat perlu diapresiasi. Selama, bilangnya, banyak masyarakat yang berobat ke luar negeri. “Tentu ini sangat disayangkan dengan potensi terutama dari sisi peralatan medis yang ada di Sumatera, khususnya Kota Medan cukup baik dan besar,” ungkap Muflihun.

Terbukti, kata Muflihun, saat Indonesia melakukan pembatasan masuk ketika pandemi Covid-19 terjadi, masyarakat kembali percaya terhadap rumah sakit yang ada di dalam negeri, termasuk di Kota Medan. Oleh karenanya ia berharap masyarakat yang di Nanggroe Aceh Darusalam, Riau dan Sumbar bisa berkunjung dan berobat ke Medan menyusul telah dilaunchingnya Medan Medical Tourism.

"Saya sangat mengapresiasi program Medan Medical Tourism ini. Ke depannya, kita akan mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat di Pekan Baru, kapan lagi kita coba produk dalam negeri kita, sebab rumah sakit kita bisa. Tentunya semangat ini juga akan berdampak baik untuk para dokter dan tenaga medis kita," papar Muflihun.

Reporter : Syaipul Siregar