Hampir 8 Bulan Komplen Pedagang Pusat Pasar Berastagi Didiamkan Dinas Terkait, Sejumlah Pedagang Ancam Tidak Bayar Kutipan Bulanan - Metroxpose

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Sunday, December 19, 2021

Hampir 8 Bulan Komplen Pedagang Pusat Pasar Berastagi Didiamkan Dinas Terkait, Sejumlah Pedagang Ancam Tidak Bayar Kutipan Bulanan


Metroxpose.com, Karo - Kondisi atap gedung Pusat Pasar Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Proinsi Sumatra Utara, hingga saat saat terlihat sampah dan rerumputan liar berada disana. , Demikian pantauan Metroxpose.com , Minggu (19/12/2020) saat berkinjung ke Pusat Pasar Berastagi Kelurahan Tambak Lau Mulgab II Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.

Menurut warga sekitar R. Sinuhaji dan D.Girsang kepada Metroxpose.com membenarkan kondisi atap gedung Pusat Pasar Berastagi.

"Betul Bang, Kondisi atap pusat pasar ini sudah lama terjadi. Bahkan sudah ada jalan 8 bulan. Kondisi ini tidak di bersihkan. Memang beberapa bulan yang lalu sudah pernah di bersihkan di dekat kantor Lurah TL Mulgap II sana," ungkap R.Sinuhaji.

"Tapi itu pun belum juga dibersihkan semua. Tapi yang di atas kios saya ini tidak pernah sama sekali di bersihkan. Padahal kalau hujan sedikit saja, barang - barang saya ini sudah pasti basah. Apa lagi deras macam dua hari kemarin. Hampir setengah barang dagangan saya ini harus di keluarkan," beber R.Sinuhaji yang juga seorang pedagang.

Kondisi berbeda D.Tarigan mengaku jika sampah yang berada diatas gedung Pusat Pasar Berastagi tidak diangkut oleh petugas kebersihan, maka kami tidak membayar kutipan retribusi kios yang dibagi setiap bulan.

"Pokonya kami sederetan kios yang ini, apabila dalam waktu dekat ini tidak juga diangkat tumpukan sampah dan rumput yang diatas atap pusat pasar, kami sudah sepakat untuk tidak bayar retribusi bulanan untuk kios kami ini. Untuk apa di bayar kalau bocor - bocor begini. Sementara kalau mau minta kutipan oleh oknum Dinas Pasar tidak pernah kami nunggak. Apalagi dengan kios saya ini," ungkapnya.

"Saya setiap bulanya tetap membayar sebesar Rp 60 ribuan setiap bulannya , tapi kondisinya bocor," sebut D.Tarigan yang juga seorang pedagang.

Pengurus Karang Taruna juga pernah mengusulkan, agar ini dibersihkan dan akan dibuat bunga di Pot Pot agar kelihatan cantik dan terlihat tertata, kita siap memfasilitasi bunga dan potnya ,tapi belum ada izin dari dinas terkait dengan alasan mereka meragukan daya tahan bangunan." Ujar Ketua Karang Taruna Kecamatan Berastagi, Premi Sembiring, STP kepada Metroxpose.com

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo, Edison Karo - Karo saat dimintai konfirmasinya terkait masalah tersebut melalui pesan WhatsApp , walaupun sudah ceklis 2 tapi , Edison tidak menjawab pertanyaan wartawan, seakan akan permasalahan pusat pasar Berastagi tersebut tidak berarti bagi beliau.(ERI/MX).