Said Iqbal Terpilih jadi Ketum Partai Buruh - Metroxpose

Headline

Made with PhotoEditor.com
Made with PhotoEditor.com
WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Tuesday, October 5, 2021

Said Iqbal Terpilih jadi Ketum Partai Buruh


MetroXpose.com Jakarta - Sejarah awal bagi kaum buruh di seluruh indonesia,  pasalnya sejak deklarasi Partai Buruh sejumlah afiliasi serikat pekerja juga bernaung didalamnya ikut menjadi bagian dari partai tersebut. Partai Buruh melaksanakan Kongres IV di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada Selasa (5/10/2021). 

Baca Juga | Wilayah Sumut Lapas Status PPKM Level IV

Dalam sidang paripurna tersebut, melantik Presiden KSPI Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh 2021-2026. Said Iqbal terpilih secara aklamasi. Sekaligus menandai lembar baru Partai Buruh.

Baca Juga | 2998 Peserta Ujian SKD CPNS Pemkqb Karo di Makodam I/BB Medan 

"Partai Buruh dihidupkan kembali setelah kekalahan telak kelas pekerja oleh Omnibus law. Omnibus law memantik Partai Buruh ada. Kami ingin berjuang di parlemen, tidak hanya di jalan," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (5/10/2021). 


Partai Buruh juga melantik Plh Sekjen Partai Buruh lama Agus Supriyadi menjadi Wakil Presiden Partai Buruh 2021-2026; Ferry Nurzarli dari SPSI sebagai Sekretaris Jenderal; Luthano Budyanto sebagai Bendahara Umum; Sekjen DPP SPI Agus Ruli Ardiansyah sebagai Ketua Majelis Nasional; Presiden FSPMI Riden Hatam Azis sebagai Ketua Mahkamah; lalu Mantan Wakil Ketua Umum Partai Buruh lama Sony Pudjisasono sebagai Ketua Badan Pendiri atau Majelis Rakyat. Partai Buruh muncul dalam gelanggang elektoral Indonesia pada Pemilu 1999. Saat itu masih dengan nama Partai Buruh Nasional (PBN), tapi gagal menang. 

Pada Pemilu 2004, mereka mencoba peruntungan dengan nama baru Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) dan kembali gagal menang. PBSD berubah menjadi Partai Buruh pada 2009. Mereka mengikuti pemilu kembali dan gagal lagi. Meski demikian, Said Iqbal mengaku optimistis mampu menarik nasib lebih beruntung ketimbang masa lalu Partai Buruh.

 "Perjuangan buruh tidak boleh lagi hanya di jalan dan demonstrasi. Kami harus dapat tempat di konstitusi. Partai adalah cara yang kita pilih untuk berjuang," Tutupnya(Ay/MX)