Maria Lumowa Kasus Pencairan LC Fiktif BNI 1,7 Triliun, Bareskrim Minta Kesaksian Adrian Narapidana TPPU - Metroxpose

Headline

Made with PhotoEditor.com
Made with PhotoEditor.com
WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Friday, July 24, 2020

Maria Lumowa Kasus Pencairan LC Fiktif BNI 1,7 Triliun, Bareskrim Minta Kesaksian Adrian Narapidana TPPU


MetroXpose.com, Jakarta - Tiga Minggu sudah berlalu Penanganan kasus tertangkapnya Maria Pauline dan masa penahannya Diusulkan pihak kepolisian diperpanjang , Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah memeriksa narapidana Adrian Herling Waworuntu atau AHW sebagai saksi. Adrian diperiksa terkait tersangka kasus pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun pada 2002, Maria Pauline Lumowa (MPL).

Baca Juga | Terkait Vaksin Covid-19, Pemerintah Proteksi Masyarakat Tanpa efek Samping

“Pada Kamis (23/7) kemarin di Pondok Rajeg, Cibinong, penyidik Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap narapidana atas nama AHW sebagai saksi pada kasus korupsi dan TPPU tindak pidana pencucian uang dengan tersangka MPL,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Jumat (24/7/2020).

Ramadhan mengatakan Adrian dicecar 30 pertanyaan oleh penyidik. Namun, Adrian tidak ingin memberikan sumpah dan hendak melawan di persidangan.

“Dalam pemeriksaan tersebut penyidik telah mengajukan beberapa pertanyaan sebanyak 30 pertanyaan,” ujar Ramadhan.

“Namun, saksi AHW tidak mau disumpah karena yang bersangkutan ingin hadir langsung nantinya dalam persidangan kasus MPL untuk melakukan perlawanan,” tambahnya.

Baca Juga : Tokoh Pemuda Karo Meminta Maaf Kepada Seluruh Jajaran POLRI

Ramadhan mengatakan hari ini Maria Lumowa akan kembali menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan masih seputar kesaksian AHW sebelumnya.

“Pemeriksaan hari ini terkait dengan pemeriksaan yang kemarin, yang beberapa pertanyaan ditujukan kepada saksi AHW terkait dengan pemberian fasilitas kredit, pengajuan kredit, sampai dengan pencairannya kemudian L/C fiktif yang digunakan,” jelas Ramadhan.

Baca Juga | Rapid Test BUkan Mewakili Hasil Diagnosa Covid-19, Agar Tidak Gagal Paham

Adrian saat ini masih berstatus terpidana. Adrian merupakan koruptor pertama di Indonesia yang dihukum seumur hidup karena membobol BNI 46 cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada awal 2003 dengan nilai Rp 1 triliun lebih. Kasus itu juga berkaitan dengan Maria Lumowa. (Ayu/MXC)