Sadis ! Pacar Digagahi dan Dibakar Lalu Dimutilasi, Pelaku Anak dan Ibu Kandung - Metroxpose

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 (WA) email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - News and Campaign

Friday, May 8, 2020

Sadis ! Pacar Digagahi dan Dibakar Lalu Dimutilasi, Pelaku Anak dan Ibu Kandung

Pacar Digagahi dan Dibakar Lalu Dimutilasi

MetroXpose.com, Medan - Polrestabes Medan tangkap 3 (tiga) pelaku dalam kasus pembunuhan sadis terhadap korban EL (21) di Jl. Duku No. 40 Komplek Cemara Asri Kec. Percut Sei Tuan.

Baca Juga : Tokoh Lintas Agama Sumatera Utara Dukung Kapolestabes Delisedang Dalam Menjaga Kamtibmas

Adapun ketiga tersangka yakni J (22), M (22) dan TS (56) yakni ibu dari tersangka J. Dalam paparannya Kapolrestabes Medan memaparkan kronologi kejadian dimana korban Elvina dikontak oleh pelaku J untuk datang ke rumahnya di Jl. Duku No. 40 Komplek Cemara Asri, Percut Sei Tuan. Kemudian sesampainya di rumah, tersangka J hendak memperkosa korban namun korban menolak hingga akhirnya dianiaya sampai pingsan lalu disetubuhi di dalam kamar mandi.


Baca Juga : 


Kapolrestabes Medan menjelaskan terssangka J ingin menutupi kejahatan yang baru saja dilakukannya dan timbul niat untuk menghabisi nyawa korban dan membuangnya. Namun, tidak tertutup kemungkinan pembunuhan ini sudah direncanakan. Lalu J kemudian menikam bagian dada kiri korban dan merobek perut korban dengan pisau.

Tidak berhenti sampai di situ, tubuh korban kemudian dibakar tsk J dengan bensin yang dibeli oleh M. Belum sempat habis terbakar, jasad itu kemudian dimutilasi oleh tsk J lalu dimasukkan ke dalam kardus. Dan hendak dibuang ke daerah Lubuk Pakam namun tidak jadi.

Kapolrestabes Medan menambahkan peran dari ibu tersangka TS adalah membantu memasukkan potongan jasad korban ke dalam kardus dan berupaya menghilangkan jejak. Kasus ini terungkap dari hasil  penyidik melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan orang-orang sekitar.

Berdasarkan keterangan awal, bahwa M yang membunuh korban dan mencoba bunuh diri dengan obat nyamuk. Namun, keberadaan obat nyamuk ini yang justru menguak tabir skenario busuk pembunuhan ini. "Ada botol HIT dan Stella berjumlah empat botol. Tidak mungkin cairan sebanyak itu," kata Kapolrestabes Medan.

Sementara M dalam posisi pingsan saat polisi mendatangi TKP sehingga tidak bisa ditanyai. Barulah besoknya digali lagi sehingga terbongkar bahwa semua ini direncanakan oleh  J dan ibunya TS.(San)