Bupati Deli Serdang Tampung Keluhan Pelaku Usaha Terkait Dampak Pelemahan Rupiah - MetroXpose News and Campaign

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6281360839467 (WA) email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - News and Campaign 7 Tahun Menemani Ruang Baca Anda - PEMASANGAN IKLAN VIDEOTRON PORTAL DIGITAL HUBUNGI 081360440500

Tuesday, June 9, 2026

Bupati Deli Serdang Tampung Keluhan Pelaku Usaha Terkait Dampak Pelemahan Rupiah


TANJUNG MORAWA, MetroXpose.com |  Pelemahan rupiah yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi menjadi salah satu perhatian yang disampaikan pelaku usaha kepada Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, dalam pertemuan bersama sejumlah perusahaan di kawasan Tanjung Morawa, di Rumah Makan Simpang Tiga, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan tersebut digelar sebagai wadah komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan pelaku usaha untuk memperkuat sinergi sekaligus membahas berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Mewakili perusahaan yang hadir, Elda dari PT Asia Raya Foundry menyampaikan bahwa banyak perusahaan merasakan dampak kenaikan nilai tukar dolar karena sebagian bahan baku masih bergantung pada pasokan dari luar negeri. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi meningkat dan memberikan tekanan terhadap keberlangsungan usaha.

“Kami menganggap pertemuan ini sangat dibutuhkan agar pemerintah tahu keluh kesah yang kami rasakan sebagai pengusaha. Kami juga apresiasi Pak Bupati yang sebelumnya juga telah merealisasikan pelebaran jalan Sei Belumai dan mudah-mudahan bisa melanjutkan kembali untuk ruas jalan yang belum,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, pelaku usaha turut menyampaikan keluhan terkait adanya praktik pungutan liar yang dinilai mengganggu aktivitas usaha, khususnya pada malam hari.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi dunia usaha melalui penguatan komunikasi, penyelesaian berbagai hambatan yang menjadi kewenangan daerah, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

"Kami memahami tantangan yang dihadapi pelaku usaha akibat dinamika ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar yang berdampak pada biaya produksi. Pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi yang baik dengan dunia usaha serta memastikan berbagai layanan dan dukungan yang menjadi kewenangan daerah dapat berjalan secara optimal," ujarnya.

Menurut Bupati, keberlangsungan dunia usaha memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah karena berkaitan langsung dengan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan kesejahteraan masyarakat.

"Yang terpenting bagi kami adalah memastikan aktivitas usaha tetap berjalan dengan baik. Karena ketika dunia usaha tumbuh, lapangan kerja terjaga dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Untuk itu, pemerintah akan terus menjadi mitra yang terbuka terhadap masukan dan kebutuhan pelaku usaha," tambahnya.

Terkait keluhan mengenai pungutan liar, Bupati membantu berkoordinasi dengan pihak berwenang agar tercipta rasa aman dan nyaman bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya.


(CBR/MX)