Bobby Nasution Resmikan Program Sibonas, Supir Angkot Berharap Penumpang Kembali Ramai - Metroxpose

Headline

WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Monday, October 3, 2022

Bobby Nasution Resmikan Program Sibonas, Supir Angkot Berharap Penumpang Kembali Ramai



Metroxpose.com, Medan | Wali Kota Medan Bobby Nasution secara resmi meluncurkan program bantuan Subsidi Betor, Ojol dan Angkot Sudako (Sibonas), di Jalan Pulau Pinang Lapangan Merdeka, Senin (3/10). 

Tidak hanya untuk para supir dan pengemudi, Kebijakan yang diterapkan Bobby Nasution untuk meringankan beban dari dampak kenaikan harga BBM juga untuk para penumpang khususnya Angkot.

Peresmian program Sibonas ini ditandai dengan penempelan stiker bertuliskan ‘Angkot Bersubsidi Pemko Medan' dan stiker barcode di kaca depan dan kaca bagian dalam di masing-masing angkot (Sudako). Penempelan stiker ini dilakukan Bobby Nasution didampingi Wakil Wali Kota Aulia Rachman bersama Ketua DPRD Medan Hasyim SE unsur Forkopimda Kota Medan diantaranya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, Dandim 0201/Medan Kol Inf Ferry Muzzawad dan Kajari Medan Wahyu Sabrudin.

Dengan penempelan stiker dan barcode ini maka mulai hari ini penumpang angkot mendapatkan subsidi dari Pemko Medan sebesar Rp 1.500 per estafet. Sehingga penumpang hanya membayar ongkos sebesar Rp 5.000 per estafet.

Guna dapat langsung memanfaatkan program ini, sebelumnya warga Kota Medan wajib mendownload Aplikasi Sibonas terlebih dahulu di smartphone, sehingga dapat melakukan scan barcode sebagai syarat untuk mendapat subsidi ongkos/tarif.

Atas bantuan yang diberikan Pemko Medan terhadap tarif angkutan umum ini, salah satu supir angkot Wampu Mini jurusan Simalingkar - Gaperta, Iskandar menilai bantuan tarif ini sangat bagus, sebab sejak kenaikan BBM jumlah penumpang jadi berkurang, sehingga dengan adanya bantuan tarif untuk penumpang dari Pemko Medan kami berharap penumpang dapat ramai seperti sebelum BBM naik.

"Kami rasakan saat kenaikan BBM penumpang agak berkurang. sekarang sudah disubsidi pak Bobby, penumpang dapat diskon, kami berharap jumlah penumpang akan banyak lagi," jelas Iskandar sembari berharap subsidi BBM untuk para supir dapat segera disalurkan juga oleh Pak Bobby Nasution.

Iskandar juga mengaku dirinya sudah mengerti dan memahami bagaimana mekanisme subsidi tarif yang diberikan Pemko Medan mulai dari cara penumpang men-scan barcode sebelum membayar ongkos dan mengambil uang hasil subsidi ke perusahaan angkot.

"Saya sudah ngerti cara penumpang untuk membayar ongkos yang telah disubsidi. Penumpang nantinya kita minta untuk men-scan barcode baru membayar ongkos," ujarnya.

Harapan yang sama juga disampaikan supir angkot Darwin Lubis. Menurut Darwin sejak BBM naik penghasilannya berkurang karena penumpang sepi akibat beratnya beban ongkos angkot. Setelah di subsidi Pemko Medan kami berharap penumpang akan kembali normal seperti biasanya.

"Kami berharap setelah disubsidi pak Bobby Nasution penumpang kami normal kembali dan penghasilan kami bisa memadai untuk memenuhi kebutuhan Keluarga," Ujar Darwin Lubis Supir angkot Trayek Medan Bus Bandar Setia- Titi Kuning.

Sementara itu Sekretaris Organda Medan, Jaya Sinaga, menilai kebijakan Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan subsidi menguntungkan bagi supir angkot dan penumpang. artinya dengan tarif yang disubsidi pemerintah nantinya akan adanya minat penumpang untuk kembali naik angkot setelah kenaikan harga BBM.

"Subsidi yang diberikan Pemko Medan ini merupakan keuntungan bagi Supir dan Penumpang, tentunya kami sangat mendukung program pak Wali Kota Medan. Sejalan dengan ini kita terus lakukan sosialisasi kepada para supir agar penumpang dapat memanfaatkan program tersebut," Jelasnya.




Reporter : Syaipul Siregar