Penjaggal Kuching di Tangguk Bongkar Mandala diTangkap Polisi - Metroxpose

Headline

Made with PhotoEditor.com
Made with PhotoEditor.com
WARTAWAN METROXPOSE.COM DALAM PELIPUTAN TIDAK DIBENARKAN MENERIMA IMBALAN DAN SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS SERTA SURAT TUGAS DAN TERTERA DI BOX REDAKSI # ANDA MEMPUNYAI BERITA LIPUTAN TERUPDATE DAN REALTIME DAPAT ANDA KIRIMKAN LEWAT WHATSAPP # ANDA TERTARIK JADI JURNALIS? KIRIMKAN LAMARAN ANDA KE # REDAKSI +6288261546681 email : metroxposeofficial@gmail.com # METROXPOSE.COM - Indonesia News Update

Friday, January 29, 2021

Penjaggal Kuching di Tangguk Bongkar Mandala diTangkap Polisi


Penjaggal Kuching di Tangguk Bongkar Mandala diTangkap Polisi



MetroXpose. Com, Medan - Pasca viral  lokasi penjaggalan hewan Kucing yang dilakukan salah satu warga bermarga Simanjuntak yang beralamat di Tangguk Bongkar Perumnas Mandala Kota Medan, Petugas Polsek Medan Area turun ke lokasi langsung mendatangi pemilik usaha dan mengamankannya beserta barang bukti segoni jagalan hewan

Baca Juga | Lantas Polrestabes Medan Musnahkan Ribuan Knalpot Blong Sitaan

Rumah yang digrebek berlokasi di Jalan Tangguk Bongkar 7 Kelurahan tegal Sari, Mandala Dua, Medan, Petugas medapati sejumlah kepala dan organ dan tubuh kucing yang telah dijagal dan dimasukkan dalam goni plastik. Lebih lanjut Petugas mengamankan pemilik usaha tempat jagal, berinisial NS, Dan dibawa ke polsek terdekat. 

Penemuan itu berawal ketika seorang warga mengunggah cerita penemuan kucing hilang yang telah menjadi bangkai di media sosial. Warga yang menemukan lokasi pemotongan dan bagian tubuh kucing itu kemudian melapor ke polisi.

Salah seorang warga pemilik kucing, Sonia Rizkika, mengatakan awalnya menemukan kucing yang dimasukkan ke goni, dimana ada darah yang berceceran di lokasi dan mengira itu hanya darah ayam potong atau anjing, Menurutnya, warga sekitar telah mengetahui bahwa pemilik tempat jagal itu memang suka menyiksa kucing dan anjing.

“Memang semua orang orang sini sebenarnya pada tahu kalau bapak yang ini sering motongin kucing dan anjing gitu. Katanya untuk dikonsumsi. Sekalian minum tuak gitu biasanya,” kata Sonia 

Ia mengaku menemukan lima kepala kucing dalam goni yang ada di depan rumahnya. Sonia melihat banyak darah berceceran di sekitarnya.

“Kemarin saya pas buka ada empat sampe lima kepala kucing. Terus saya juga merasa salah satu kucing saya di situ,” ucapnya.

Sementara tetangga NS, Anggiat Sipahutar, menyebut pemilik tempat jagal itu sehari-hari memang memotong kucing.

“Setiap hari. Ini kan baru siap potong ini. Itu kak masih basah dagingnya,” tuturnya.

Polisi menyatakan NS diancam dengan Pasal 302 KUHP tentang penyiksaan hewan yang menyebabkan kematian. NS juga terancam dijerat UU Peternakan dan Pertanian Nomor 41 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa bahwa anjing dan kucing tak boleh dikonsumsi.

Warga setempat sebenarnya sudah lama mengetahui kalau di rumah itu ada penjagalan kucing yang dagingnya di jual ke pasar. Beberapa kali warga sudah melarang, tapi mereka tidak peduli.

“Sudah capek kami melarang. Tapi yah emang gitu aja kerjanya, motongin kucing. Kan dari situ dia cari uangnya,” ketus Anggiat Sipahutar, warga setempat, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, aktivitas jagal kucing berlangsung setiap hari. Daging kucing ini dijual untuk dikonsumsi sambil minum tuak. Harga Daging Dijual Rp70.000/Kg “Saya gak tahu berapa ekor setiap hari. Tapi yah setiap hari ada aja,” katanya.

Barulah setelah ada pengaduan warga di mana kucingnya salah satu yang telah dipotong dan dikuliti di rumah itu, barulah polisi bertindak,"pungkasnya (San/MX)